Orang tua itu bernama opa Kin. Semua orang mengenalnya. Bahkan hampir diseluruh pelosok kota kami. Yang kami tahu, opa Kin itu orang baik. Opa Kin suka Menolong. Opa Kin juga orang yang rendah hati. Opa Kin orang yang murah senyum. Aku berteman baik dengan Opa Kin.
Anak-anak seusiaku di kampung kami pasti mengenalnya. Rumahnya persis di simpang tiga. Dekat dengan sekolah kami. SD Budi Luhur. Setiap pulang sekolah, kami selalu bertemu dengan Opa Kin. Biasanya, Opa Kin akan melambaikan tangannya. Biasanya, Opa Kin akan bertanya dengan setengah berteriak. "Pelajaran apa hari ini, Boy ??.... Opa Kin akan bersemangat sekali. Wajahnya, selalu tersenyum, setiap kali bertanya. " Kemudian, kami akan segera menghampiri Opa Kin. "Ada pelajaran PPKN." Opa !, sahut kami beramai-ramai. "Nanti sore main kesini ya... !" pinta Opa Kin. Opa Mau cerita tentang sekolah kalian. Mendengar itu, kami semua langsung mengangguk kepala. Tanda setuju.
Jam lima kurang tujuh menit. Kami sudah berkumpul di beranda rumah Opa Kin. Opa Kin hanya memakai sarung. Ada sebuah kopiah tua dikepalanya. Ada bintangnya juga. Kelihatannya gagah sekali. Belum lama kemudian. Ebbi yang datang lebih dulu sudah bertanya. " Opa. Itu kopiah model apa sih ??, tanyanya penasaran. Kok, Opa Pakai Kopiah segala ?... Opa Kin hanya tersenyum kecil. Opa Kin tidak langsung menjawab. Opa Kin lebih dulu memandang kami semua. Seperti sedang menghitung jumlah kami. " Very mana ya, mengapa tidak datang ?, apakah Very sakit ?, sudah dua minggu ini, Opa tidak lihat Very lewat dirumah Opa ?", tanya Opa penuh selidik.
Anak-anak seusiaku di kampung kami pasti mengenalnya. Rumahnya persis di simpang tiga. Dekat dengan sekolah kami. SD Budi Luhur. Setiap pulang sekolah, kami selalu bertemu dengan Opa Kin. Biasanya, Opa Kin akan melambaikan tangannya. Biasanya, Opa Kin akan bertanya dengan setengah berteriak. "Pelajaran apa hari ini, Boy ??.... Opa Kin akan bersemangat sekali. Wajahnya, selalu tersenyum, setiap kali bertanya. " Kemudian, kami akan segera menghampiri Opa Kin. "Ada pelajaran PPKN." Opa !, sahut kami beramai-ramai. "Nanti sore main kesini ya... !" pinta Opa Kin. Opa Mau cerita tentang sekolah kalian. Mendengar itu, kami semua langsung mengangguk kepala. Tanda setuju.
Jam lima kurang tujuh menit. Kami sudah berkumpul di beranda rumah Opa Kin. Opa Kin hanya memakai sarung. Ada sebuah kopiah tua dikepalanya. Ada bintangnya juga. Kelihatannya gagah sekali. Belum lama kemudian. Ebbi yang datang lebih dulu sudah bertanya. " Opa. Itu kopiah model apa sih ??, tanyanya penasaran. Kok, Opa Pakai Kopiah segala ?... Opa Kin hanya tersenyum kecil. Opa Kin tidak langsung menjawab. Opa Kin lebih dulu memandang kami semua. Seperti sedang menghitung jumlah kami. " Very mana ya, mengapa tidak datang ?, apakah Very sakit ?, sudah dua minggu ini, Opa tidak lihat Very lewat dirumah Opa ?", tanya Opa penuh selidik.