Sunday, February 22, 2026

"Scroll"

Jari kita bergerak hampir tanpa sadar. Satu layar turun, lalu yang lain menyusul, seperti halaman-halaman yang tak pernah benar-benar selesai dibaca. Dunia tersaji begitu  cepat, sama cepatnya dengan lewat di depan mata. Wajah, sendiri, ramai-ramai, kabar, tawa, kemarahan, inovasi, harapan; segala tema, beragam makhluk, segala usia dan jenis kelamin. Semuanya hadir. Hanya sesaat sebelum menghilang ke bawah layar.

Kita menyebutnya scroll, gerakan kecil yang tampak sederhana, tetapi mungkin itulah cara manusia modern berjalan: terus menuju perhentian berikutnya tanpa benar-benar tinggal di mana pun.

Kadang terasa hidup ini sendiri seperti jutaan lembaran yang terus berganti. Kita membaca sedikit, memahami sebagian, lalu melanjutkan lagi, seolah ada sesuatu di depan sana yang lebih penting untuk ditemukan. Namun semakin jauh kita bergerak, semakin samar pertanyaan yang diam-diam mengikuti: apakah kita sedang mencari sesuatu… atau hanya takut berhenti?

Di antara gerakan yang tak henti itu, mungkin ada satu hal yang sebenarnya kita tunggu, satu titik diam. Tempat di mana jari tidak lagi tergesa, pikiran tidak lagi berpindah, dan kita akhirnya tinggal cukup lama untuk merasakan bahwa kita benar-benar hadir.

Kita terus scroll, bukan karena ingin melihat lebih banyak, tetapi karena belum menemukan sesuatu yang cukup membuat kita berhenti.

Layar terus bergerak ke bawah, sementara hati diam-diam mencari satu halaman yang terasa seperti pulang. Di balik gerakan tanpa henti itu, mungkin yang kita cari bukan hal baru, melainkan satu titik diam.

Kita tidak lelah melihat dunia; kita hanya lelah tidak menemukan tempat untuk tinggal sejenak. Scroll membawa kita melewati banyak cerita, tetapi jarang membawa kita kembali kepada diri sendiri.

Hidup terasa seperti jutaan lembaran yang terus berganti, dan kita terus bergerak, berharap ada satu halaman yang akhirnya cukup. Mungkin yang membuat kita terus menggeser layar bukan rasa ingin tahu, melainkan harapan kecil bahwa di bawah sana ada sesuatu yang mengerti kita.

Pada akhirnya, setiap scroll adalah perjalanan menuju kemungkinan sederhana: menemukan alasan untuk diam.

Eng di Kuneru, 22 Februari 2026