Meo... Sebutannya datar saja, tidak perlu pakai tekanan. Diucapkan dalam beragam dialek pun; kedengarannya tetap datar.
Di daerahku, kata ini mudah dimengerti karena sebutan “Meo” melekat bagi bagi orang-orang hebat yang kaya Kebatinan dan ilmu kanuragannya. Meo adalah orang-orang yang bertugas untuk membela tanah airnya dari ancaman dan serangan musuh. Dalam beberapa kisah Liurai, terungkap para Meo- lah yang pergi berperang di medan laga. Ketika pulang, mereka yang menang disambut dan dirayakan dengan tarian Likurai, tarian khas orang Timor, Timur sampai Barat. Alkisah, orang bisa berpesta sampai 7 hari 7 malam lamanya.
Sepintas dapat dilihat, orang dulu saja tahu bagaimana cara untuk mengekspersikan rasa bangga dan senangnya dengan sebuah keberhasilan, meski berlatar belakang perang.
“Catatan dari pinggir, tentang Hidup, manusia dan sekitarnya, ragam tema di Indonesia yang berjalan (masih) perlahan.”
Wednesday, April 28, 2010
Saturday, April 24, 2010
Kerikil Dalam Sepatu
Salam untuk semua
waktu menulis ini, persis pukul 16.00 Wita. Sahabat saya, duduk disebelah kanan, ada Yan di kiri, kanan luar ada Denny. Tadi ada Mama Emy berdiri tepat di belakang. tapi rupanya posisi kurang nyaman. Beliau memilih untuk duduk di depan kami semua. memang raanya lebih apik untuk kami saling berapresiasi...
Subscribe to:
Posts (Atom)