Tuesday, February 8, 2011

Tidak Urus !

Telinga manusia di Belu terbiasa dengan bunyi sirene. Kalau dulu, sirene akrab dengan image “Ambulance”, tapi satu dedade terakhir, sirene tidak lagi sama dengan Ambulance. Begitu dengar sirene mengaung di jalan, orang langsung tahu.. itu ada rombongan pejabat, Bupati dan sebangsanya!. Yah.. kadang-kadang, ada juga rombongan Menteri, Gubernur melintas, sama hebohnya dengan sirene rombongan Bupati.

Atambua dalam dua minggu ini terakhir ini memang terlihat sibuk. Maklumlah orang nomor satu di Republik Indonesia akan tiba di daerah perbatasan ini sekitar hari-hari ini. Sekedar membayangkan, kira-kira lewat mana ya kalau beliau datang. Lewat udara kah, jalan daratkah? Saya benar-benar tidak tahu. Terserah anda kalau mau dibilang ketinggalan info. Tidak urus!. Mungkin kalimat pendek itu lebih pas untuk mengungkapkan kekisruhan di benak saya, jika ingat tentang Kabupaten ini dan makna kunjungan Presiden SBY. Yang pasti, bunyi sirene akan lebih hebat lagi.

Monday, February 7, 2011

Selimut Bohong

Masih ingat pantun saat kelas 2 SD dulu?, mungkin begini bunyinya; “Disini kosong, disana kosong, tak ada batang tembakau, bukan saya berkata bohong ada katak memikul kerbau” (kelanjutan pantun ini, bisa anda tulis di kolom komentar… ) Gayus dituduh Bohong, Presiden SBY juga dituding Bohong, tapi itu tidak berarti bahwa Gayus sama dengan Presiden SBY. Karena jelas posisi kedua orang ini berbeda. Gayus berurusan dengan aparat penegakan Hukum karena kasus mafia Pajak, sedangkan SBY; Presiden Indonesia yang dipilih 60 persen di Pemliu 2009 lalu. SBY juga yang menyatakan perang terhadap Korupsi. 

Menurut SBY Penegakan hukum adalah sebuah keharusan, termasuk penuntasan kasus mafia pajak. Sementara itu, di Belu; kasus Ijasah Palsu Anggota DPRD Belu atas nama Magdalena Tiwu sampai hari ini menguap entah kemana. Apa boleh buat, hampir dua minggu lamanya, atmosfir di Tanah air diselimuti polemik “BOHONG”, pasal urusan penegakan hukum menjadi sebab musabab lahirnya kata itu. Tidak main-main, kata itu meluncur tanpa beban dari sejumlah Pemuka Agama. Kritik dan intrik seputar lemahnya kinerja aparat hokum ditambah banyaknya satuan tugas malah menjadi sasaran tembak para elit dan kritikus.  

Saturday, February 5, 2011

Tentang Pemimpin

  1. Adalah Seseorang yang tidak membagi kesulitan kepada pengikutnya apalagi rakyat;
  2. Pemimpin adalah orang yang dapat dipegang kata-katanya;
  3. Seorang pemimpin harus menjadi solusi bagi kaumnya;
  4. Pemimpin harus membagi dan memberi kuatnya dan bukan kelemahannya;
  5. Pemimpin tidak membangun tirani diatas penderitaan rakyatnya sendiri;
  6. Pemimpin memahami karakter massa aksinya;
  7. Pemimpin berani mencintai kerendahan hati yang dipergunakan untuk melayani rakyatnya;
  8. Pemimpin menggunakan akal sehat dan kesabaran untuk membantu rakyat;
  9. Pemimpin tidak menggunakan tipu muslihat untuk melindungi dirinya, ia tidak mengangkuhkan dirinya dihadapan teman-temannya sendiri; apalagi rakyatnya.
  10. Karena Pemimpin harus berdiri paling depan di medan pertempuran, dan pulang paling belakang tanpa satupun prajuritnya yang tertinggal;
  11. Pemimpin tidak menjual temannya sendiri demi alasan apapun, tidak berkhianat kepada siapapun juga, kapan dan dimanapun, terlebih penting adalah tidak berkhianat kepada tujuan perjuangan;
  12. Pemimpin mengusahakan jalan untuk memudahkan kawanannya berjalan, demikian pula lawan-lawannya. Ia bahkan berlari di depan mencapai tujuan-tujuan politik di jalanNya;
  13. Pemimpin rela meninggalkan segala yang dimilikinya demi rakyatnya;
  14. Dan karena itu, pemimpin menjalankan perintah untuk mengabdi kepada Tuhan melalui rakyat dan alam semesta tempat dimana ia hidup.
Blok M Atambua, 5 Februari 2011