Tuesday, February 22, 2011

Merdeka!... dan Atambua Bermazmur


Lazimnya kata ini terdengar di forum tertentu, atau di bulan Agustus menjelang peringatan hari kemerdekaan. Tapi sore tadi, kata itu meluncur saja dari Samudera; keponakanku yang berusia 2 tahun empat bulan, saat aku sengaja mengambil gambarnya.

Itu hanya satu sisi dari sore tadi, yang memang ada momen penting di Kota Atambua. Kurang lebih 32 remaja dan 32 orang dewasa lomba kuatnya kerongkongan, olah vokal dan penampilan dalam lomba nyanyi Atambua Bermazmur. Semua peserta lomba tidak sendirian, mereka datang dengan masing-masing keluarga untuk memberi semangat, penus sesak sampai ke sudut-sudut gedung Romei.

Sunday, February 13, 2011

Selamat Hari Minggu...

Tiga kata itu bukan lantaran kehabisan ide untuk posting lagi. Ini Hari Minggu, hari yang menurutku tepat untuk berbagi pesan damai kepada sahabat dan siapapun yang sempat singgah di blog ini.


Hari masih pagi, aku bangun dan langsung membaca pesan ini, “Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia dan meletakkannya di hadapan Yesus” (Lukas 5:18). Ada banyak orang lumpuh di sekitar kita setiap waktu; Apakah kita sudah seperti orang-orang itu? Yang berusaha membawa ke Yesus..? atau malah menghalangi untuk sampai kepada Tuhan. Karena dibalik kejadian yang kita lihat, dengar dan alami selalu ada pesan BAPA agar kita berbuat sesuatu. Kiranya Roh Kudus menolong kita. Selamat beribadah dan masuk minggu kerja yang baru. Salam Kasih selalu. Pengirim, Mama Rebo.

Friday, February 11, 2011

Dilema Hukuman Mati Untuk Koruptor

Tulisan ini boleh jadi ketinggalan momen. Sebabnya, debat panjang menyoal topik itu; sudah terjadi tahun lalu. Yang saya ingat, debat di TV One tanggal 28 April 2010; membuka perspektif lagi tentang dilema hukuman mati bagi para koruptor.

Dilema itu berkaitan erat dengan soal keberadaban sebuah bangsa terhadap pelaku kejahatan yang bertitel koruptor. Semua pemerhati yang berdebat seakan ada di persimpangan. Meski baru diwacanakan, berada diantara dua pilihan; koruptor dihukum mati saja atau mengikuti alur dan kelaziman sistem hukum yang telah ada di republik ini.