Thursday, February 19, 2026

Rabu Abu — Gerbang Pertobatan Menuju Kebangkitan

Rasanya belum lama kita merayakan Natal, namun perjalanan iman kembali membawa umat Katolik memasuki masa pra-Paskah, sebuah lorong waktu selama empat puluh hari untuk hening, merenung, dan bertobat. Abu yang ditorehkan di kening menjadi pengingat sederhana namun mendalam: manusia berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah; hidup hanya karena kasih Allah, sementara segala yang duniawi hanyalah sementara.


Tanah itu rapuh — sebagaimana manusia yang mudah jatuh dalam kelemahan dan kesalahan. Karena itu, masa ini bukan waktu untuk takut, melainkan kesempatan untuk kembali. Melalui doa, puasa, dan karya kasih, hati dimurnikan dan arah hidup diperbarui.

Abu bukan tanda akhir, tetapi awal perjalanan batin. Dari kesadaran akan kefanaan menuju harapan akan kebangkitan. Empat puluh hari ini adalah undangan untuk menjadi manusia baru — lebih rendah hati, lebih penuh kasih, dan lebih dekat kepada-Nya yang menjadi sumber kehidupan.

 

Seorang Debu di Kuneru, 19 Februari  2026

PrivateSchollExam

How To Recondition Old Batteries And Save $$$"

Quicky & Easily to Learn Anatomy and Physiology