Friday, January 16, 2026

Menulis Kembali, Setelah Sekian Lama

Ada masa ketika laman ini sunyi...

Bukan karena tidak ada yang ingin dikatakan, melainkan karena hidup seringkali menuntut kita untuk lebih banyak berjalan daripada menulis. Kata-kata tertahan di kepala, pengalaman menumpuk di dada, sementara waktu terus bergerak tanpa menunggu siapa pun.

Blog ini lahir bertahun-tahun lalu, ketika menulis masih terasa sebagai cara paling jujur untuk berbicara dengan diri sendiri dan dengan dunia. Tidak untuk mengejar jumlah pembaca, apalagi popularitas, melainkan sekadar meninggalkan jejak: bahwa kita pernah berpikir, pernah gelisah, dan pernah peduli, pernah punya cita-cita, dan ini dan terus hidup seusia lamanya hidup.

Hari ini, saya kembali membuka halaman ini dengan kesadaran yang berbeda. Usia bertambah, pengalaman menebal, tetapi banyak persoalan ternyata tidak benar-benar berubah. Pendidikan masih menjadi harapan yang tertatih, keadilan masih sering terasa jauh, dan manusia kecil masih kerap berdiri sendirian di persimpangan hidupnya.

Menulis kembali bukan berarti mengulang masa lalu, melainkan "berdialog dengannya". Apa yang dulu saya tulis, hari ini saya baca ulang—bukan untuk disesali, tetapi untuk dipahami. Jika sebagian tulisan terasa naif, itu wajar. Jika sebagian lain masih relevan, itu justru pertanyaan besar bagi kita semua.

Blog ini akan berjalan pelan. Tidak rutin mengejar algoritma. Tidak sibuk memburu sensasi. Ia akan diisi catatan-catatan kecil tentang manusia, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari—dari sudut pandang warga biasa yang mencoba tetap waras di tengah dunia yang bising.

Jika Anda menemukan sesuatu di sini yang membuat Anda berhenti sejenak, berpikir, atau sekadar menghela napas, itu sudah lebih dari cukup.

Kita mulai lagi. Pelan-pelan.

Eng di Kuneru, 16 Januari 2026

PrivateSchollExam

How To Recondition Old Batteries And Save $$$"

Quicky & Easily to Learn Anatomy and Physiology